Jumat, 24 Mei 2013

Deskripsi Drama

Drama (dalam kasusastraan Bali)

Drama adalah karya sastra yang berbentuk lakon (lelampahan), baik drama tradisional maupun moderent. Drama dapat dikelompokkan menjadi 2 : Drama modern dan tradisional.
1.      Drama Bali tradisional
Drama Bali tradisional atau drama bali klasik adalah drama yang menceritakan tentang istana atau disebut dengan istana sentries. Kemudian konteks ceritanya pada jamann dahulu menggunakan gameln sebagai pengiring, nyanyian bali, busana bali serta bahasa bali. Ciri-ciri drama tradisional :
a.       Tidak menggunakan teks (naskah) drama
b.      Tidak ada sutradara.
c.       Menggunakan gamelan bali sebagai pengiring lakon, untuk menambah semaraknya lakon, gog , angklung dll.
d.      Berdasarkan tarian bali (gog, igel dan tanjek)
e.       Menggunakan nyanyian bali
f.       Menggunakan rangki , lampu strongking tempat menarinya
g.      Inti lakon menceritakan tentang puri babad parwa dll
h.      Menggunakan sarana topeng dan busana bali
i.        Pemeran (pragina) bias berbicara dengan penonton
Contoh : arja pakangraras, arja cupak, arja pajang mataram, gambuh raja lasem, gambuh raden panji, wayang subali sugriwa, wayang anghada duta, wayang hanoman duta, prembon maya danawa, prembon patih ularan, prembon puputan badung, sendra tari  Ramayana, sendra mahabratha, topeng panca, topeng pajengan, topeng prembon, topeng bondres.
2.      Drama bali Modern
Drama bali modern muncul tahun70an adalah drama yang menceritakan keadaan masyarakat sekarang, antara lain keluarga disuatu banjar, keadaan masyarakat, percintaan dll.
Cirri-ciri Drama Bali Modern adalah
a.       Jalan ceritanya menggunakan naskah
b.      Menggunakan sutradara
c.       Menggunakan iringan music
d.      Ceritanya berjalan seperti dalam kehidupan sehari-hari
e.       Berdialog seperti dalam kehidupan sehari-hari
f.       Menggunakan dekorasi (hiasan panggung) seperti keadaan masyarakat
g.      Menggunakan tata lampu
h.      Inti ceritanya menceritakan suasana hati seperti sedih, senang, berkasih-kasihan dll
i.        Tata busana seperti dalam busana sehari-hari
j.        Ada peran tokoh dan pemain tidak boleh berdialog dengan penonton
Perkumpulan drama bali modern disebut teater  atau sanggar, diantaranya yang pernah ada sanggar bahtra, bale agung, nyuh gading, kukuruyuk, teater mini badung sanggar malini.
UNSUR-UNSUR DRAMA
            Agar kita dapat mengevaluasi sesuatu lakon maka terlebih kita harus mengenal unsure-unsur dengan baik, unsure-unsur itu alur (lelampahan), penokohan, dialog aneka sarana kesastraan dan kedramaan. (gaya bahasa, vokalitas, acting, mimik).
3.1. Alur
            Seperti halnya bentuk sastra lainnya drama memiliki alur Standar yaitu        : pemulaan (beginning) melalui suatu pertengahan middle menuju suatu akhir ending. Dalam drama dikenal dengan istilah-istilah eksposisi, komplikasi, dan resolusi.
Eksposisi suatu lakon mendasari serta mengatur gerak atau action dalam masalah-masalah waktu dan tempat, ekposisi memperkenalkan para pelaku kepada penonton, yang akan dikembangkan dalam bagian utama lakon itu, dan memberikan suatu indikasi mengenai resolusi.
Konflikasi adalah pengembangan konfliks. Tokoh utama / sang pahlawan menjalani hidupnya dengan ide dan perjuangannya, mengalami hambatan dan tantangan, pengarang dapat menggunakan teknik sorot balik(flash back)
Resolusi atau denounment resolusi harus lah berjalan dengan logis dan mempunyai hubungan yang wajar dengan apa yang mendahuluinya yang terdapat dalam komplikasi. Butir yang memisahkan konflikasi dari resolusi disebut klimaks atau turning point. Biasanya dalam konflikasi terdapat crusial shift atau perubahan penting nasib atau keberhasilan tokoh tersebut. Klimaks merupakanbutir dimana dapat dilihat arah mana yang akan dituju oleh alur . happy atau ending.
·         PENOKOHAN

  1. The foil tokoh yang kontras dengan tokoh lainnya. Dia mungkin merupakan minor character yang berfungsi sebagai pembantu saja, atau mungkin pula dia memerankan suatu bagian penting dalam lakon itu, tetapi secara insidential bertindak sebagai seorang pembantu.
  2. The type character. Tokoh yang dapat berpern dengan tepat dan tangkas. Dia dapat berperan sebagai orang kampung atau sebagai orang yang berkedudukan. Kemampuan tokoh yang serba bisa, serba all around inilah yang membuat tokoh individual yang sebenarnya itu menjadi semakin luar biasa, semakin menarik hati.
  3. The static character. Tokoh statis yang tetap saja keadaannya, baik pada awal maupun pada akhir suatu lakon. Dengan kata lain : tokoh ini tiada mengalami perubahan ; dia tetap statis.
  4. The character who develops in the cours of the play. Tokoh yang mengalami perkembangan selama pertunjukan. Misalnya diawal pertunjukan seorang tokoh berperan sebagai tokoh yang jujur, dengan cepat berubah menjadi bermoral bejat.

·         DIALOG
Dalam setiap lakon, dialog itu haruslah memenuhi dua hal yaitu :
a.       Dialog haruslah dapat mempertinggi nilai gerak
Seorang dramawan haruslah dapat berbuat lebih banyak selain dari pada membuat dialognya menarik hati, dia harus pula membuatnya baik dan wajar selalu. Dialog itu dipergunakan untuk mencerminkan apa-apa yang telah terjadi selama permainan, selama pementasan dan juga harus mencerminkan pikiran dan perasaan para tokoh yang turut berperan dalam lakon itu.
Dialog haruslah baik dan bernilai tinggi. Yang dimaksud dengan baik dan bernilai tinggi disini adalah bahwa dialog itu haruslah lebih terarah dan teratur dari pada percakapan sehari-hari. Jangan hendaknya ada kata-kata yang tidak perlu ; para tokoh haruslah berbicara dengan jelas, terang, dan menuju sasaran ( to the point) kalau ada irama atau idiom percakapan yang actual telah dikuasai benar-benar, maka para penonton atau para peninjau merasa bahwa dialog-dialog itu adalah wajar, alamiah, tidak dibuat-buat dengan kata lain dialog itu haruslah menarik hati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar